THE IMPACT OF IT ON MANAGEMENT DECISION MAKING

Standard

Salah satu kontribusi yang paling penting dari sistem IT untuk bisnis firma adalah
pengurangan informasi yang tidak pasti dan menghasilkan peningkatan dalam proses pengambilan keputusan
. Pada dekade terakhir,, IT secara langsung berkontribusi untuk peningkatan dalam arus informasi untuk pengambilan keputusan managemen dan karyawan.

Bagaimana IT mempengaruhi Managemen Pengambilan Keputusan

Meskipun kebanyakan orang mempercayai IT telah memberikan kontribusi untuk memperbaiki managemen pengambilan keputusan, terdapat beberapa jumlah pembahasan dalam skala besar dalam topik ini. Dampak positif dari IT pada managemen pengambilan keputusan adalah kesimpulan pada umumnya dari ukuran produktivitas dan performa keseluruhan dari perusahaan (keuntungan), kemudian pembagian harga stok pasar di dalamnya.

Aturan main seorang Manager dalam Organisasi

Manager memainkan kunci peraturan dalam organisasi. Tanggung jawab mereka mulai dari membuat keputusan, menulis laporan, menghadiri rapat, sampai menyusun pesta ulang tahun. Kita dapat lebih memahami fungsi managerial dan aturan2nya dengan description classical description of management dan behaviour management.

  • Classical Description of Management

    Model klasik managemen, yang mendeskripsikan apa yang manager lakukan, telah lama tidak dipertanyakan lebih dari 70 tahun sejak 1920an. Henry Fayol dan beberapa orang yang pertama menulis mendeskripsikan 5 fungsi klasik dari manager yaitu planning, organizing, coordinating, deciding, dan controlling. Deskripsi aktifitas managemen ini mendominasi managemen untuk waktu yang lama, dan tetap populer sampai sekarang.

    Tetapi pola ini sesungguhnya mendeskripsikan fungsi managerial secara formal dan tidak mendeskripsikan apa yang sesungguhnya dilakukan oleh manager. Pola ini tidak menuliskan apa yang manager lakukan saat mereka berencana, memutuskan sesuatu, dan mengontrol kerja orang lain. Kita membutuhkan lebih banyak lagi pengetahuan mengenai bagaimana manager itu berlaku sesungguhnya.

  • Behaviour Management

    Beberapa waktu lalu para ilmuwan melakukan observasi bahwa manager tidak bertindak seperti model klasik managemen yang selama ini kita percayai.

    Model perilaku menjelaskan bahwa perilaku sesungguhnya dari seorang manager muncul secara kurang sistematis, lebih tidak resmi, kurang merefleksikan, lebih reaktif, kurang terorganisir dengan baik, dan lebih banyak membuang waktu.

    Dengan menganalisis perilaku manager dari hari ke hari,
    Mintzberg
    menemukan bahwa perilaku ini dapat di klasifikasikan menjadi 10 aturan. Aturan manager lebih mengekspektasikan pada aktivitas yang manager harus lalukan dalam organisasi. Mintzberg menemukan bahwa aturan managerial ini dipersempit menjadi 3 kategori :
    interpersonal
    , informational, dan decisional
    .

  • Interpersonal Rules

    Manager bertindak sebagai
    sosok kepala
    untuk sebuah organisasi
    saat mereka merepresentasikan perusahaan mereka ke dunia luar dan menampilkan simbol seorang duta, seperti memberikan penghargaan pada karyawan, dalam aturan interpersonal mereka. Manager bertindak sebagai pemimpin, memberikan motivasi, konseling, dan mendukung bawahannya. Manager juga bertindak sebagai penghubungantara berbagai macam level organisasi ; didalam setiap level ini, mereka ditampilkan sebagai penghubung antara para anggota dari tim managemen. Seorang manager menyediakan waktu dan permintaan, yang mereka harapkan akan kembali.

  • Informational Rules

    Manager bertindak sebagai
    pusat penggerak
    dari organisasi
    mereka, menerima hal yang paling konkret, informasi yang terbaru dan mendistribusikan kembali informasi tersebut kepada siapapun yang membutuhkannya. Manager adalah penyebar informasi dan pembicara untuk organisasi.

  • Decisional Rules

    Manager adalah pembuat keputusan. Dimana manager bertindak sebagai seorang entrepreneur dengan menginisisasi aktivitas2 yang baru ; mereka menghandel gangguan yang muncul dalam organisasi ; mengalokasikan sumber daya menjadi anggota staff yang membutuhkan mereka ; menegosiasikan konflik dan menjadi penengah antara kelompok yang bermasalah dalam perusahaan.


 Model Pengambilan Keputusan

Sangat mudah untuk membayangkan bahwa organisasi itu adalah kumpulan individu2 manager yang bertingkah seperti pembuat keputusan rasional dan pembuat keputusan dalam kekosongan. Dunia bisnis secara nyata jarang yang seperti ini. Faktanya kebanyakan manager adalah anggota dari tim pembuat keputusan, bekerja dalam sebuah perusahaan yang spesifik dengan kebudayaan yang spesifik dan sekumpulan kelompok politik dan konflik. Keputusan yang keluar dari sebuah organisasi adalah hasil dari banyaknya perbedaan pendapat dan pengaruh yang diterima. Jumlah model yang terlibat untuk mendeskripsikan bagaimana orang bisnis di perusahaan membuat keputusan. Beberapa model ini fokus pada pengambilan keputusan secara individual, dimana fokus lainnya pada pengambilan keputusan dalam kelompok.

 Poin pertama untuk mulai berfikir tentang pengambilan keputusan adalah untuk memikirkan sebuah individual model yang rasional. Model individual dari pengambilan keputusan mengasumsikan bahwa manusia berada dalam beberapa pemikiran yang rasional. Model rasional dari perilaku manusia dibangun berdasarkan ide bahwa orang2 terhubung dalam konsistensi yang mendasar, rasional, perhitungan nilai maksimal. Berdasarkan model ini, seorang individu mengidentifikasikan tujuannya, mengatur semua kemungkinan aksi alternatif dengan kontribusinya untuk mencapai tujuannya, dan memilih satu alternatif yang memberikan kontribusi paling utama untuk tujuannya tersebut.

 Kritikan pada model ini menunjukkan bahwa dalam kenyataannya orang tidak dapat menspesifikasikan semua alternatif dan yang paling utama tidak mempunyai satu tujuan dan sangat tidak bisa untuk mengatur semua alternatif dan konsekuensinya. Banyak keputusan yang begitu kompleks yang memperhitungkan pilihan (bahkan jika dilakukan oleh komputer) adalah tidak mungkin. Dibandingkan dengan mencari semua alternatif, orang akan memilih alternatif pertama yang muncul yang mereka gerakan menuju tujuan akhir mereka. Dalam proses pembuatan kebijakan, orang memilih kebijakan yang mirip seperti kebijakan sebelumnya (Lindblom, 1959). Akhirnya, beberapa sarjana berkata bahwa proses pembuatan/pengambilan keputusan itu adalah sebuah proses yang kontinu dimana keputusan akhirnya selalu berubah.

 Penelitian lain menemukan bahwa perbedaan manusia ada dalam bagaimana mereka memaksimalkan nilai mereka dan referensi pola pikir yang mereka gunakan untuk menafsirkan suatu informasi dan membuat pilihan. Tversky dan Kahneman (1981) menunjukkan bahwa manusia telah membangun dugaan yang dapat mengubah proses pengambilan keputusan. Mereka menunjukkan bahwa manusia itu sangat mengkhawatirkan saat memikirkan resiko, kebanyakan selalu memandang berlebihan suatu probabilitas dari kejadian yang tidak sama dan memandang rendah suatu probabilitas dari kejadian yang sering terjadi. Sebagai contoh, banyak orang yang lebih takut diserang hiu saat berada di pantai dan lebih sedikit orang yang takut mengalami kecelakaan mobil menuju pantai. Orang dapat dimanipulasi saat memilih alternatif sebaliknya yang mereka pikir lebih mudah ditolak dengan mengganti pola pikir (Tversky dan Kahneman, 1981). Dugaan ini dapat mempengaruhi arah sistem informasi yang didisain dan digunakan untuk managemen pengambilan keputusan.

 Berdasarkan pada model bureaucratic mengenai proses pengambilan keputusan suatu tujuan yang paling penting dalam organisasi adalah keadaan dari organisasi itu sendiri. Hal2 lain yang bukan hal utama adalah tujuan major lainnya. Kebijakan dapat menjadi incremental, hanya berbeda secara marginal dari yang sudah2, karena bagian kebijakan radikal melibatkan terlalu banyak hal2 yang bukan kebutuhan utama. Model ini menggambarkan organisasi secara keseluruhan tidak memilih atau memutuskan dalam pandangan yang rasional. Melainkan, berdasarkan pada model bureaucratic, apapun yang dilakukan oleh organisasi adalah hasil dari rutinitas dan bisnis proses yang sudah ada bertaun2 dan tetap digunakan.

 Dalam model kebijakan pengambilan keputusan, apa yang dilakukan oleh organisasi adalah hasil dari tawar menawar kebijakan antara pimpinan kunci dan kelompok yang berminat. Organisasi tidak muncul dengan solusi yang mereka pilih untuk menyelesaikan beberapa masalah. Didalamnya mereka mencapai kompromi yang mencerminkan konflik, tonggak major, ketertarikan berbagi, kekuatan yang tidak seimbang, dan kebingungan yang menggambarkan kebijakan organisasi.

Implication for the Design and Understanding of Information Systems

Untuk mengirimkan keuntungan asli, sistem informasi harus dibangun dengan pemahaman yang jelas mengenai organisasi itu sendiri yang di dalamnya mereka akan digunakan dan bagaimana tepatnya mereka dapat berkontribusi dalam proses pembuatan keputusan. Dalam pengalaman kami, faktor sentral dalam organisasi saat merencanakan sistem baru adalah sebagai berikut :

  • Lingkungan di dalam organisasi harus berfungsi
  • Struktur dari organisasi : hirarki, spesialisasi, rutin, dan proses bisnis
  • Budaya dan kebijakan organisasi
  • Tipe organisasi dan gaya kepemimpinannya
  • Kelompok ketertarikan utama yang dipengaruhi oleh sistem dan perilaku dari pekerja yang akan menggunakan sistem
  • Jenis pekerjaan, keputusan, dan proses bisnis yang dirancang untuk mendukung sistem informasi

Sistem seharusnya dibangun untuk mendukung proses pengambilan keputusan individu, kelompok, dan organisasi. Sistem informasi yang dibangun harus mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  • Fleksibel dan menyediakan banyak pilihan untuk menangani data dan mengevaluasi informasi
  • Memenuhi syarat untuk mendukung berbagai macam gaya, kemampuan, dan pengetahuan sebagaimana menyimpan nilai dari banyak alternatif dan konsekuensinya
  • Sensitif untuk organisasi bureaucratic dan kebutuhan kebijakan.

Sumber:
[Laudon] Kenneth Laudon, 2004, Management Information Systems: Managing the digital Form, 9th Edition, Prentice Hall

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s