LEVEL MANAJEMEN DAN DSS YANG DIBUAT

Standard

Lower (Operational) management
Dilihat dari karakterisktik kontrol sistemnya, pada tingkat manajemen operasional kontrol sistem berjalan secara berkala dan berulang. Dimana pada tingkat ini tugas seorang manajer operasional adalah untuk mengaktualisasikan rencana yang dibuat pada level middle management dan mengontrol operasi harian ; aktifitas dari hari ke hari demi menjaga kelangsungan organisasi.

Keputusan yang dibuat pada level ini memerlukan informasi yang lebih mudah disimpulkan mengenai status dan aktifitas tertentu dalam fungsi dasar bisnis. Sehingga hasil keputusan yang dibuat pun sesuai dengan apa yang diharapkan.

Contohnya :
manajer gudang yang bertugas dalam pengadaan barang bertanggung jawab untuk melihat semua material yang dibutuhkan ada di pabrik untuk kebutuhan produksi, membutuhkan informasi untuk memutuskan apakah perlu melakukan pengadaan barang-barang inventori. Informasi ini secara keseluruhan diberikan dalam laporan detail dan akurat yang mengandung informasi spesifik mengenai aktivitas yang rutin dilakukan. Laporan yang diberikan ini sangat terstruktur, sehingga bentuk laporannya selalu dapat diperkirakan. Data operasi bisnis harian sudah tersedia, dan prosesnya pun lebih mudah untuk dihitung.

Manajer pada level ini umumnya membuat keputusan yang terstruktur, yaitu keputusan yang dapat diprediksikan yang dapat dibuat dengan mengikuti kesimpulan dari prosedur rutin. Contohnya, manajer toko pakaian memutuskan untuk menerima kartu kredit kita untuk membayar beberapa baju baru adalah keputusan terstruktur berdasarkan pada beberapa kriteria seperti : apakah pelanggan memiliki identifikasi tertentu mengenai kepuasan berbelanja, apakah kartu tersebut masih berlaku atau tidak, apakah kartu tersebut ada dalam daftar kehilangan di toko, dan apakah jumlah pembelian berada di bawah batas kredit pemegang kartu atau tidak.

Berdasarkan contoh tersebut, dapat dikatakan bahwa pada level operasional management, keputusan yang diambil oleh manajer dibuat berdasarkan tugas / pekerjaannya.

Middle Management
Manajemen lini mengerjakan keputusan yang rentang waktunya lebih luas dan melibatkan beberapa percobaan. Beberapa nama umum dari manajer lini seperti manajer perencanaan, manajer divisi, manajer penjualan, manager cabang, dan anggota direktur.

Informasi yang dibutuhkan oleh manajer lini berupa review, ringkasan, dan analisis dari data histori untuk membantu rencana dan kontrol operasi dan menerapkan kebijakan yang sudah dirumuskan oleh upper management. Informasi ini sering diberikan dalam 2 bentuk :

  1. laporan ringkas, yang menunjukkan jumlah dan kecenderungan/trend.

    Contohnya : total penjualan kantor, total penjualan produk, dan total penjualan keseluruhan.

  2. Laporan pengecualian, yang menunjukkan data di luar data yang biasanya.

    Contohnya : laporan inventori yang hanya mendaftarkan beberapa item dengan jumlah kurang dari 10 item. Laporan ini dapat dijadwalkan secara berkala (laporan secara periodik), permohonan berdasarkan kejadian-kejadian dasar (laporan permintaan), atau secara umum hanya saat ada kondisi tertentu (laporan event-inintiated)

Laporan periodik dibuat berdasarkan : harian, mingguan, bulanan, empat bulanan, atau tahunan. Dalam laporan ini terdapat laporan daftar gaji, laporan status inventori, laporan penjualan, daftar pendapatan, dan neraca.

Laporan permintaan (on-demand reports) sering diminta oleh manajer saat informasi dibutuhkan untuk masalah khusus.

Laporan event-initiated sering kali terbuka dengan perubahan kondisi yang memerlukan perhatian secepatnya, seperti laporan out of stock.

Manager pada level manajemen lini juga sering disebut sebagai pembuat siasat yang secara umum berhadapan dengan keputusan yang semi tersturktur. Keputusan semistruktur ini adalah keputusan yang didalamnya terdapat beberapa prosedur terstruktur dan beberapa prosedur yang tidak mengikuti prosedur yang seharusnya. Dalam banyak kasus, keputusan semistruktur ini adalah keputusan yang kompleks, membutuhkan analisis yang mendetail dan perhitungan yang berkala.

Contoh :
Memutuskan berapa banyak unit dari produk yang spesifik yang harus di simpan dalam persediaan, apakah untuk membeli, sistem komputer yang besar, dari sumber apa untuk membeli PC, dan apakah untuk membeli sistem mini komputer yang multi-user.

Pada akhirnya beberapa kebutuhan informasi pada level ini dapat ditemukanpada proses data berbasis komputer.

Berdasarkan contoh tersebut, dapat dikatakan bahwa pada tingkat middle management, keputusan yang diambil oleh manajer dibuat berdasarkan kontrol dan alokasi sumber daya.

Top Management
Top manajemen mengerjakan keputusan yang ruang lingkupnya paling luas dan rentang waktu yang paling lebar dalam organisasi. Nama umum dari manajer pada level ini seperti chief executive officer (CEO), chief operating officer (COO), chief finansial officer (CFO), bendahara, pengawas, chief information officer (CIO), wakil presiden eksekutif, dan partner senior.

Top manajer hanya terdiri dari beberapa orang powerful yang bertugas pada 4 fungsi mendasar dari bisnis, yaitu pemasaran, akunting dan keuangan, produksi, peneliitian, dan pengembangan. Keputusan yang dibuat pada level ini tidak dapat diprediksikan, jangkauannya luas, dan berhubungan dengan masa depan, tidak hanya kegiatan di masa lalu dan/atau kegiatan saat ini. Bahkan, mereka menuntut pengalaman dan keputusan yang paling utama.

Sebuah perusahaan MIS harus dapat mensupply informasi dari top management yang dibutuhkan dalam laporan periodik, laporan event-initiated, dan laporan on-demand. Informasi tersebut harus menunjukkan bagaiman semua departemen dan operasi perusahaan itu saling berhubungan satu sama lain.

Keputusan terbesar yang dibuat pada level ini adalah :

  1. Strategic planning

    Contohnya : bagaimana pertumbuhan harus dapat menghasilkan dan mana market baru yang harus dikerjakan lebih dulu.

  2. Alokasi sumber daya, seperti memutuskan apakah untuk membangun atau menyewa ruang kantor dan apakah untuk menghabiskan banyak uang untuk iklan atau merekrut anggota staf baru.
  3. Rumusan kebijakan, seperti memutuskan kebijakan perusahaan dalam perekrutan yang lebih sedikit dan meningkatkan insentif karyawan.

Manajer pada level ini sering disebut sebagai pembuat keputusan strategi. Contoh dari keputusan yang tidak terstruktur termasuk memutuskan bagaimana untuk bereaksi terhadap aksi yang dilakukan oleh para pesaing.

Pada tingkat manajemen yang lebih tinggi, lebih banyak data yang dibutuhkan untuk membuat keputusan berasal dari luar organisasi. Contohnya, informasi keuangan dari pesaing bisnis.

Berdasarkan contoh tersebut, dapat dikatakan bahwa pada level top management, keputusan yang diambil oleh manajer dibuat berdasarkan tujuan dari perusahaan.

SUMBER :
[Curry, et. all] Adrienne Curry, Peter Flett dan Ivan Hollingsworth, (2006), Managing Information and System, Routledge, London

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s